N1 · Tata bahasa

Rumah Bersejarah: Lestarikan atau Gunakan?

Menelusuri konsesi dan batas kesimpulan dalam debat pelestarian fiktif.

0/3 bab ditandai selesai · Progres di browser ini

1. Nilai sejarah tidak menghapus biaya

Nilai sejarah tidak menghapus biaya

Sebuah rumah tua dalam cerita fiktif pernah menjadi tempat pertemuan warga. Sebagian orang ingin mempertahankan bangunannya; yang lain khawatir perawatannya mengambil dana kegiatan saat ini. Penulis tidak menolak nilai sejarah, tetapi juga tidak memperlakukan biaya sebagai persoalan kecil. Bacaan meminta kedua sisi ditimbang. 古い家には地域の記憶が刻まれている。だからといって、維持費を無視して保存を決めるわけにはいかない。価値を認めた上で、費用の負担先を明らかにすべきだ。 Rumah tua memuat ingatan masyarakat setempat. Namun hal itu tidak berarti keputusan pelestarian boleh dibuat sambil mengabaikan biaya perawatan. Setelah mengakui nilainya, pihak pengusul perlu memperjelas siapa yang menanggung biaya. Teks belum menetapkan rumah harus dibongkar atau pasti dilestarikan. だからといって menolak kesimpulan otomatis dari premis sebelumnya. わけにはいかない menyatakan ketidaklayakan mengabaikan biaya, bukan ketidakmungkinan fisik. 認めた上で berarti sesudah mengakui nilai sebagai dasar pertimbangan. 負担先 adalah pihak penanggung beban; kejelasannya menjadi tuntutan argumen. Tulis posisi penulis dalam dua kalimat: nilai sejarah diakui; sumber biaya tetap harus jelas. Jika jawaban pilihan ganda memaksa 'semua rumah tua harus dibongkar' atau 'biaya tidak penting', keduanya melompati nuansa だからといって. Coba sebut premis, batas kesimpulan, lalu tuntutan penulis.
Ruang pamer dengan dua benda pajangan dan dokumen di podium.
Ilustrasi dekoratif original; fakta jawaban ada pada bacaan, bukan gambar.

Apa yang menurut penulis tidak boleh diabaikan saat memutuskan pelestarian?

Apa yang perlu diperjelas setelah nilai rumah diakui?

  • 地域の記憶Ingatan masyarakat setempat
  • 維持費Biaya perawatan
  • 負担先Pihak penanggung beban

Latihan: 0/2 dijawab · 0/2 jawaban terakhir benar. Ini latihan lokal, bukan sertifikasi penguasaan.